Sabtu, 27 September 2014

Tugas Ke-1 Softskill



A.                ETIKA DAN TEORI ETIKA

1.      Pengertian Etika
Etika berasal dari bahasa Yunani kuno, yang dalam bentuk tunggal etika, yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya, yaitu ta etha. Ethos mempunyai banyak arti, yaitu tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan/adat, akhlak, watak, perasaan, sikap, cara berpikir. Sedangkan arti ta etha yaitu adat kebiasaan. Kata ‘etika’ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang baru (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1988 – mengutip dari Bertens 2000), mempunyai arti :
  1. Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak);
  2. Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak;
  3. Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.
Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar,salah, baik, buruk, dan tanggung jawab.
Dari beberapa uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa suatu bentuk sikap dan perilaku, cerminan cara berfikir dan kebiasaan, yang mengarah kepada baik atau buruk, benar atau salah yang dianut suatu golongan masyarakat.

2.      Teori etika
2.1     Egoisme 
Rachels (2004) memperkenalkan dua konsep yang berhubungan dengan egoisme, yaitu egoisme psikologis dan egoisme etis. Egoisme psikologis adalah suatu teori yang menjelaskan bahwa semua tindakan manusia dimotivasi oleh kepentingan berkutat diri. Egoisme etis adalah tindakan yang dilandasi oleh kepentingan diri sendiri. Yang membedakan tindakan berkutat diri (egoisme psikologis) dengan tindakan untuk kepentingan diri (egoisme etis) adalah pada akibatnya terhadap orang lain. Tindakan berkutat diri ditandai dengan ciri mengabaikan atau merugikan kepentingan orang lain, sedangkan tindakan mementingkan diri tidak selalu merugikan kepentingan orang lain.

2.2         Utilitarianisme
Utilitarianisme berasal dari kata Latin utilis, kemudian menjadi kata Inggris utility yang berarti bermanfaat (Bertens, 2000). Menurut teori ini, suatu tindakan dapat dikatan baik jika membawa manfaat bagi sebanyak mungkin anggota masyarakat, atau dengan istilah yang sangat terkenal “the greatest happiness of the greatest numbers”. Perbedaan paham utilitarianisme dengan paham egoisme etis terletak pada siapa yang memperoleh manfaat. Egoisme etis melihat dari sudut pandang kepentingan individu, sedangkan paham utilitarianisme melihat dari sudut kepentingan orang banyak (kepentingan bersama, kepentingan masyarakat).

2.3         Deontologi
Istilah deontologi berasal dari kata Yunani deon yang berarti kewajiban. Paham deontologi mengatakan bahwa etis tidaknya suatu tindakan tidak ada kaitannya sama sekali dengan tujuan, konsekuensi atau akibat dari tindakan tersebut. Konsekuensi suatu tindakan tidak boleh menjadi pertimbangan untuk menilai etis atau tidaknya suatu tindakan.

2.4         Teori Hak
Suatu tindakan atau perbuatan dianggap baik bila perbuatan atau tindakan tersebut sesuai dengan HAM. Menurut Bentens (200), teori hak merupakan suatu aspek dari deontologi (teori kewajiban) karena hak tidak dapat dipisahkan dengan kewajiban. Bila suatu tindakan merupakan hak bagi seseorang, maka sebenarnya tindakan yang sama merupakan kewajiban bagi orang lain. Teori hak sebenarnya didsarkan atas asumsi bahwa manusia mempunyai martabat dan semua manusia mempunyai martabat yang sama. Hak asasi manusia didasarkan atas beberapa sumber otoritas, yaitu: 
a.       Hak hukum (legal right), adalah hak yang didasarkan atas sistem/yurisdiksi hukum suatu negara, di mana sumber hukum tertinggi suatu Negara adalah Undang-Undang Dasar  negara yang bersangkutan.
b.      Hak moral atau kemanusiaan (moral, human right), dihubungkan dengan pribadi manusia secara individu, atau dalam beberapa kasus dihubungkan dengan kelompok bukan dengan masyarakat dalam arti luas. Hak moral berkaitan dengan kepentingan individu sepanjang kepentingan individu itu tidak melanggar hak-hak orang lain
c.       Hak kontraktual (contractual right),  mengikat individu-individu yang membuat kesepakatan/kontrak bersama dalam wujud hak dan kewajiban masing-masing kontrak.

2.5         Teori Keutamaan (Virtue Theory)
Keutamaan bisa didefinisikan sebagai berikut : disposisi watak yang telah diperoleh seseorang dan memungkinkan dia untuk bertingkah laku baik secara moral. Kebijaksanaan, misalnya, merupakan suatu keutamaan yang membuat seseorang mengambil keputusan tepat dalam setiap situasi. Keadilan adalah keutamaan lain yang membuat seseorang selalu memberikan kepada sesama apa yang menjadi haknya. Kerendahan hati adalah keutamaan yang membuat seseorang tidak menonjolkan diri, sekalipun situasi mengizinkan. Suka bekerja keras adalah keutamaan yang membuat seseorang mengatasi kecenderungan spontan untuk bermalas-malasan. Ada banyak keutamaan semacam ini. Seseorang adalah orang yang baik jika memiliki keutamaan. Hidup yang baik adalah hidup menurut keutamaan (virtuous life).

2.6         Teori Etika Teonom
Sebagaimana dianut oleh semua penganut agama di dunia bahwa ada tujuan akhir yang ingin dicapai umat manusia selain tujuan yang bersifat duniawi, yaitu untuk memperoleh kebahagiaan surgawi. Teori etika teonom dilandasi oleh filsafat risten, yang mengatakan bahwa karakter moral manusia ditentukan secara hakiki oleh kesesuaian hubungannya dengan kehendak Tuhan. Perilaku manusia secara moral dianggap baik jika sepadan dengan kehendak Tuhan, dan perilaku manusia dianggap tidak baik bila tidak mengikuti aturan/perintah Tuhan sebagaimana dituangkan dalam kitab suci. Sebagaimana teori etika yang memperkenalkan konsep kewajiban tak bersyarat diperlukan untuk mencapai tujuan tertinggi yang bersifat mutlak. Kelemahan teori etika Kant teletak pada pengabaian adanya tujuan mutlak, tujuan tertinggi yang harus dicapai umat manusia, walaupun ia memperkenalkan etika kewajiban mutlak. Moralitas dikatakan bersifat mutlak hanya bila moralitas itu dikatakan dengan tujuan tertinggi umat manusia. Segala sesuatu yang bersifat mutlak tidak dapat diperdebatkan dengan pendekatan rasional karena semua yang bersifat mutlak melampaui tingkat kecerdasan rasional yang dimiliki manusia. 

B.     FUNGSI ETIKA
Berbeda dengan ajaran moral, etika tidak dimaksudkan untuk secara langsung dapat membuat manusia menjadi lebih baik. Etika adalah pemikiran sistematis tentang moralitas. Terdapat empat alasan mengapa etika semakin diperlukan pada zaman ini.

1.      Masyarakat sekarang ini semakin pluralistik atau majemuk, baik dari suku, daerah, agama yang berbeda-beda; demikian pula dalam bidang moralitas. Kita berhadapan dengan sekian banyak pandangan moral yang sering saling bertentangan. Mana yang mau diikuti, apakah yang diterima dari orang tua kita dahulu, moralitas tradisional desa, atau moralitas yang ditawarkan melalui media massa.

2.      Masa transformasi (perubahan) masyarakat yang tanpa tanding. Perubahan yang diakibatkan gelombang modernisasi merupakan kekuatan yang menghantam semua segi kehidupan manusia. Kehidupan di  kota sudah jauh berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dalam transformasi ekonomi, sosial, intelektual dan budaya itu nilai-nilai budaya tradisional ditantang semuanya. Dalam situasi inilah etika membantu kita agar jangan kehilangan orientasi, dapat membedakan antara apa yang hakiki dan apa yang boleh saja berubah, dan dengan demikian tetap sanggup untuk mengambil sikap-sikap yang dapat kita pertanggungjawabkan.

3.      Perubahan sosial budaya yang terjadi itu dapat dipergunakan oleh pelbagai pihak untuk memancing di air keruh. Mereka menawarkan ideologi-ideologi mereka sebagai obat penyelamat. Etika dapat membuat kita sanggup untuk menghadapi ideologi tersebut secara kritis dan objektif, dan untuk membentuk penilaian kita sendiri, agar tidak terlalu mudah terpancing. Etika juga membantu kita jangan naif atau ekstrem, yaitu jangan cepat-cepat memeluk segala pandangan yang baru, tetapi juga jangan menolak nilai-nilai hanya karena baru dan belum biasa.

4.      Etika juga diperlukan oleh kaum agama yang di satu pihak menemukan dasar kemantapan mereka dalam iman kepercayaan mereka, dan di lain pihak sekaligus mau berpartisipasi  tanpa takut-takut dengan tidak menutup diri dari semua dimensi kehidupan masyarakat yang sedang berubah itu.


  
C.    JENIS ETIKA
Etika Filosofis
Etika filosofis secara harfiah dapat dikatakan sebagai etika yang berasal dari kegiatan berfilsafat atau berpikir, yang dilakukan oleh manusia. Karena itu, etika sebenarnya adalah bagian dari filsafat; etika lahir dari filsafat. 
Etika termasuk dalam filsafat, karena itu berbicara etika tidak dapat dilepaskan dari filsafat.  Karena itu, bila ingin mengetahui unsur-unsur etika maka kita harus bertanya juga mengenai unsur-unsur filsafat. Berikut akan dijelaskan dua sifat etika.
1.      Non-empiris.
Filsafat digolongkan sebagai ilmu non-empiris. Ilmu empiris adalah ilmu yang didasarkan pada fakta atau yang konkret. Namun filsafat tidaklah demikian, filsafat berusaha melampaui yang konkret dengan seolah-olah menanyakan apa di balik gejala-gejala konkret. Demikian pula dengan etika. Etika tidak hanya berhenti pada apa yang konkret yang secara faktual dilakukan, tetapi bertanya tentang apa yang seharusnya dilakukan atau tidak boleh dilakukan.
2.      Praktis
Cabang-cabang filsafat berbicara mengenai sesuatu “yang ada”. Misalnya filsafat hukum mempelajari apa itu hukum. Akan tetapi etika tidak terbatas pada itu, melainkan bertanya tentang “apa yang harus dilakukan”. Dengan demikian etika sebagai cabang filsafat bersifat praktis karena langsung berhubungan dengan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan manusia. Tetapi ingat bahwa etika bukan praktis dalam arti menyajikan resep-resep siap pakai. Etika tidak bersifat teknis melainkan reflektif. Maksudnya etika hanya menganalisis tema-tema pokok seperti hati nurani, kebebasan, hak dan kewajiban, dsb, sambil melihat teori-teori etika masa lalu untuk menyelidiki kekuatan dan kelemahannya. Diharapakan kita mampu menyusun sendiri argumentasi yang tahan uji.
Etika Teologis
Ada dua hal yang perlu diingat berkaitan dengan etika teologis. Pertama, etika teologis bukan hanya milik agama tertentu, melainkan setiap agama dapat memiliki etika teologisnya masing-masing. Kedua, etika teologis merupakan bagian dari etika secara umum, karena itu banyak unsur-unsur di dalamnya yang terdapat dalam etika secara umum, dan dapat dimengerti setelah memahami etika secara umum.
Secara umum, etika teologis dapat didefinisikan sebagai etika yang bertitik tolak dari presuposisi-presuposisi teologis. Definisi tersebut menjadi kriteria pembeda antara etika filosofis dan etika teologis. Di dalam etika Kristen, misalnya, etika teologis adalah etika yang bertitik tolak dari presuposisi-presuposisi tentang Allah atau Yang Ilahi, serta memandang kesusilaan bersumber dari dalam kepercayaan terhadap Allah atau Yang Ilahi. Karena itu, etika teologis disebut juga oleh Jongeneel sebagai etika transenden dan etika teosentris. Etika teologis Kristen memiliki objek yang sama dengan etika secara umum, yaitu tingkah laku manusia. Akan tetapi, tujuan yang hendak dicapainya sedikit berbeda, yaitu mencari apa yang seharusnya dilakukan manusia, dalam hal baik atau buruk, sesuai dengan kehendak Allah.
Setiap agama dapat memiliki etika teologisnya yang unik berdasarkan apa yang diyakini dan menjadi sistem nilai-nilai yang dianutnya. Dalam hal ini, antara agama yang satu dengan yang lain dapat memiliki perbedaan di dalam merumuskan etika teologisnya. 

D.    SANKSI ETIKA
1.      Sanksi sosial, skala relative kecil, dipahami sebagai kesalahan yang dapat “dimaafkan”. Contohnya, kita mendapat teguran karena membuang sampah sembarangan, mendapat nilai yang tidak baik, berpakaian yang tidak rapi, dll.

2.      Sanksi hukum, skala besar, merugikan hak pihak lain. Hukum pidana menempati prioritas utama dan diikuti hukum perdata. Contohnya, hukuman penjara dan denda uang yang dijatuhkan untuk perampok, pemerkosa, koruptor ; Hukuman mati dijatuhkan kepada terorisme ; dll

SUMBER:


Nama : Johan Christian
Kelas : 4EB19
Npm : 23211840

Senin, 09 Juni 2014

Writing



            Hi ! my name is Johan Christian. I am studying at Gunadarma University majoring Accounting. In this entry, i want to tell you about my background, interest, achievement and my goals.
            I am the first child and i have a young sister. I was born in Jakarta. My everyday activities is include go to campus, study at home and play music with my friends.
            My hobbies are hanging out with my friends and family, listening music of course, and doing futsal, when day off i always sleepy to rest my body and my mind.
            I don’t have many achievement. Maybe iam still young and ihave enough time to learn something new and make something fresh for my future and also i will try new things and gain more achivement to make my parent proud of me.

            I have big goal that i want achive like i want to be a enterpreunership and something else, now i want to finish my college immediately. After that looking for a job. If i already have enough money, i would like to bought new house for my future and live happily after ever with my family.Amin

Cover Letter

Jln.Teratai Putih I/IV/199, Jakarta 13460
May 15,2013


Mr.Gunawan Hadiningrat
Ray & White Properties
12 Jln.Sesame Raya
Jakarta 13450

Dear Sir.
I would like to apply for the post of Accountant that Ray & White advertised in today’s Jakarta Times
As you can see in my curriculum vitae, my education and work experience as personal accountant have given me excellent accounting skills.
I enclose my curriculum vitae and would be glad to meet you for an interview any day after 31 may.
I looking forward to hearing good news from you.


Your Faithfully





Johan Christian

CV

CV


Name                          : Johan Christian
Date/Place of birth       : Jakarta, December 22th 1993
Addres                        : Jln. Teratai Putih I/IV/199 RT010/RW04 Kel. Malaka Sari, Kec.Duren Sawit
Religion                       : Catholic
Natonality                    : Indonesia
Blood Type                  : O
Sex                              : Male
Marital Status              : Single
Email                           : bungjon.oye@gmail.com
Phone                          : 085717585003


1.      Seminar & Workshop Attend
Seminar:
·         Export import              Gunadarma University                         2011    Certified
·         Motivation                   Gunadarma Univesity                          2011    Certified

Worshop

·         Banking Syariah                      Gunadarma University                        2012               Certified

Senin, 05 Mei 2014

Promotion Letter

Inquiry letter                                              Masjon Music
Jl Teratai Putih Raya no.100
Jakarta 13460

Ref : JC/SW/22A
28th Desember,2013

Mrs. Wiwin Sriharyanti
Marketing Manager
Toko Bagus.com
128A Jln Tebet Raya
Jakarta 13564

Dear Mrs. Wiwin

      With respect and we are proud to introduce our company. We are Masjon Music is manufactur ing company that makes a wide variety of spareparts and the biggest supplies of music equipment. Our company is located at Jln. Teratai Putih Raya No.100 Jakarta. Our Company established since 1990.
     We intend to promote our product. We should be glad if you can help us in promoting our products. We asked for your suggestion for,
1.       Promotion of what is in accordance with our company?
2.       When the right time in the promotion?
3.       Where is the right place to do promotion?
4.       What equipment is needed in promoting?
5.       How much the total cost to be issued in the promotion?
We should be pleased to receive your prompt reply.

Your Sincerely,


Johan Christian          
Head of Marketing Deparment




Replying inquiry letter                                         

                                                               Toko Bagus.com
Jln. Tebet Raya No.128A
Jakarta 13564


Your ref  : JC/SW/22A
Our ref    : WS/SA/15

30th Desember,2013

Mr. Johan Christian
Head of Marketing Department
Masjon Music
Jln. Teratai Putih Raya No.100
Jakarta 13460


Dear Mr. Johan

       Thank you for your letter a couple days ago, inquirying about promotion of cooperation with our promotion agent. We were interested and agree to cooperate with your company. With pleasure we will help your company in the promotion of products.
      We will attach the answer to your question about the suggestion that the company you are asking about the promotion of products.
      We look forward to the continuation of this cooperation, so that all promotion activities can run well


Your Sincerely,


Wiwin Sri Haryanti
Marketing Manager

Enc: Answer the question
                                                                          

Enclosure:
1.       Promotion is appropriate for your company’s advertising and the opening stand of your company, and brochure
2.       Promotion are made ahead of the holidays by giving discount
3.       Promotion carried out in the mall,campus,school, lounge or pub
4.       Equipment required is a product company

5.       The total cost required for Rp. 15.000.000,00

Senin, 31 Maret 2014

Analysis of Tenses Financial Economics


                            SURVIVING THE IMPENDING ECONOMIC COLLAPSE

For the health and wellness of you and your family, you need to be prepared to survive the coming economic collapse. There are many ways to prepare for the end of life as we know it(1) . You will need supplies to sustain your family for days or even a year or more(2).
What will we need to survive?
Make sure you are ready for the coming economic collapse by stockpiling supplies now(3). Things we all take for granted like food, water and basic electrical services could become scarce during this time. Start preparations now to cover the basic needs you will have while the country is in turmoil(4).

Water
Humans cannot live without water(5). The amount of water you will need to maintain the right amount of water is one gallon per day, per person(6). If you do not have at least that much water, survival could become a perilous journey(7). You will need a few different options.
Â.    A water filtration system.
B.    Refillable gallon water jugs.
C.    A well that operates on a hand pump.
D.    Smaller plastic bottles to ration drinkable water(8)

Food
Having a non-perishable food supply is the second most important way to guarantee survival(9). You and your family will need food containing high amounts of protein, ready to eat meals like those used in the military and plenty of canned fruits and vegetables(10).
A.      Start canning your own produce now(11).
B.      Buy protein bars in bulk.
C.     Go to a survival store or website to get ready to eat meals in bulk(12).

Alternative heat sources
You and your family will need a source of heat(13). It may be for keeping warm, cooking or washing(14). If the economy collapses during the winter(15), you will need something to thaw ice in case your water supply freezes(16). Gather at least two of these things to ensure your needs are met.
A.     An electric generator to power your home for a few hours at a time(17).
B.      propane stove and a stockpile of fuel.
C.     A wood burning stove and a fully stocked wood pile.
D.     A camp stove with extra cans of cooking fuel.

These are the basics you will need to get your family through the tough times ahead(18). If you do not have fresh drinking water, a basic heating source or a food supply, you will have a rough road(19). Prepare by getting your supplies together during as quickly and smartly as you can. We can all get through this by being responsible for our own families’ well-being instead of relying on everyone else to get us through(20).






Tenses

1.      Simple Present Tense
        Reason : subject + verb 1 (s) + object

2.     Present Perfect Continuous Tense
        Reason : subject + is + v ing (being) + object

3.      Simple Present Tense
       Reason : subject + verb 1 (s) + object

4.    Simple Present Tense
       Reason : subject + verb 1 (s) + object

5.    Simple Present Tense
       Reason : subject + verb 1 (s) + object

6.    Simple Present Tense
       Reason : subject + verb 1 (s) + object

7.    Simple Present Tense
       Reason : subject + verb 1 (s) + object

8.    Simple Present Tense
       Reason : subject + verb 1 (s) + object

9.    Simple Present Tense
       Reason : subject + verb 1 (s) + object

10.   Simple Present Tense
        Reason : subject + verb 1 (s) + object

11.   Simple Present Tense
        Reason : subject + verb 1 (s) + object

12.   Simple Present Tense
        Reason : subject + verb 1 (s) + object

13.   Simple Present Tense
        Reason : subject + verb 1 (s) + object

14.   Simple Present Tense
        Reason : subject + verb 1 (s) + object

15.    Present Continuous Tense
        Reason : subject + is + v ing (being) + object

16.   Simple Present Tense
        Reason : subject + verb 1 (s) + object

17.   Simple Present Tense
        Reason : subject + verb 1 (s) + object

18.   Present Perfect Tense
        Reason : subject +  has + verb3 (risen)

19.   Simple Present Tense
        Reason : subject + verb 1 (s) + object

20.   Simple Present Tense
        Reason : subject + verb 1 (s) + object

  
                                                                                      
                                                                                                Nama  :  Johan Christian
                                                                                                Kelas   :  3EB19
                                                                                                Npm    :  23211840